Pacitan tidak hanya terkenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga barisan pegunungan yang menantang bagi para pecinta alam. Bagi mahasiswa yang memiliki Hobi Mendaki, keindahan puncak gunung seringkali dibarengi dengan risiko kecelakaan atau gangguan kesehatan yang mendadak. Berada di lokasi yang jauh dari fasilitas kesehatan menuntut setiap pendaki untuk memiliki pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama. Mahasiswa di Pacitan, khususnya yang aktif dalam organisasi pecinta alam, kini semakin sadar bahwa kekuatan fisik saja tidak cukup untuk menaklukkan alam liar tanpa dibekali keterampilan medis yang mumpuni.
Salah satu keterampilan yang sangat vital adalah kemampuan menangani hipotermia dan penyakit ketinggian. Mahasiswa dengan Hobi Mendaki harus tahu bagaimana cara menghangatkan tubuh rekan setimnya dengan metode yang benar tanpa memicu syok jantung. Pacitan yang memiliki karakteristik medan pegunungan kapur terkadang memiliki cuaca yang ekstrem di malam hari. Pengetahuan tentang cara menggunakan selimut darurat (emergency blanket) dan teknik membalut luka akibat gesekan batu tajam menjadi standar wajib yang harus dikuasai sebelum melakukan ekspedisi ke wilayah yang lebih terpencil.
Selain penanganan suhu tubuh, kemampuan resusitasi jantung paru (RJP) sederhana juga menjadi bekal berharga. Dalam lingkup Hobi Mendaki, kejadian henti napas akibat kelelahan luar biasa atau tersambar petir bisa saja terjadi. Mahasiswa Pacitan diajarkan untuk tetap tenang dan memberikan bantuan napas buatan atau kompresi dada sambil menunggu tim evakuasi datang. Keterampilan ini seringkali menjadi penentu antara hidup dan mati di tengah hutan. Selain itu, manajemen logistik obat-obatan pribadi dan pemahaman tentang tanaman beracun di sekitar jalur pendakian juga harus dipelajari agar tidak terjadi kesalahan konsumsi saat persediaan makanan menipis.
Kemandirian dalam mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya (improvised litter) juga merupakan bagian dari kurikulum medis bagi mereka yang memiliki Hobi Mendaki. Mengingat akses jalan di pegunungan Pacitan terkadang sempit dan sulit ditembus kendaraan, kemampuan membuat tandu dari ranting pohon dan tali carmantel sangat diperlukan. Mahasiswa dilatih untuk mengikat simpul yang kuat dan memastikan posisi korban tetap stabil selama perjalanan turun gunung. Kesiapan mental dan teknis ini membuat hobi mendaki menjadi kegiatan yang jauh lebih aman dan bertanggung jawab bagi semua pihak yang terlibat.
