Aksi kemanusiaan yang sangat inspiratif kembali datang dari dunia pendidikan kesehatan, di mana seorang mahasiswa STIKES Pacitan secara sigap memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan lalu lintas di jalur lintas selatan. Kejadian yang berlangsung pada hari Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB ini, memperlihatkan betapa pentingnya kesiapan mental dan penguasaan kompetensi medis bagi para calon tenaga kesehatan. Insiden bermula ketika sebuah sepeda motor kehilangan kendali akibat tumpahan oli di tikungan tajam area Desa Arjowinangun, yang mengakibatkan pengendara terjatuh dan mengalami luka cukup serius pada bagian tungkai serta benturan ringan di kepala. Di tengah kerumunan warga yang panik, kehadiran mahasiswa tersebut menjadi pembeda karena ia langsung mengambil inisiatif untuk melakukan stabilisasi kondisi korban sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian.
Mahasiswa STIKES Pacitan yang kebetulan sedang melintas menuju tempat praktik tersebut langsung menerapkan prosedur Basic Life Support (BLS) dengan sangat tenang. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, mahasiswa tersebut melakukan pengecekan jalan napas, mengontrol pendarahan menggunakan peralatan darurat seadanya, dan yang paling krusial adalah menjaga posisi leher korban agar tetap stabil guna menghindari cedera tulang belakang yang lebih parah. Keterampilan praktis yang didapat selama bangku perkuliahan di STIKES Pacitan tampak teruji nyata dalam situasi darurat yang penuh tekanan. Aksi cepat tanggap ini sangat membantu meringankan penderitaan korban yang diketahui berinisial AS (34), warga lokal yang saat itu hendak berangkat bekerja.
Tidak lama berselang, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Pacitan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat. Petugas kepolisian yang dipimpin oleh Aiptu Bambang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah medis awal yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Menurut pihak kepolisian, tindakan pertolongan pertama yang tepat di menit-menit awal (golden hour) sangat menentukan proses pemulihan korban ke depannya. Sinergi antara masyarakat yang memiliki pengetahuan medis dengan petugas aparat keamanan di lapangan seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan guna menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan jalan raya. Tak heran jika setelah kejadian tersebut viral di media sosial, kolom komentar dibanjiri pujian dari warganet yang merasa bangga dengan kepedulian generasi muda masa kini.
