Mencegah Hipotermia & Altitude Sickness bagi Pendaki Gunung

Mendaki gunung merupakan aktivitas outdoor berisiko tinggi yang membutuhkan ketahanan fisik, mental, serta persiapan peralatan yang sangat matang. Perubahan cuaca yang drastis dan penurunan tekanan udara di ketinggian menjadi tantangan utama yang wajib diantisipasi oleh setiap pendaki. Bahaya penurunan suhu tubuh secara drastis serta altitude sickness akibat tipisnya kadar oksigen dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar. Pemahaman menyeluruh mengenai pencegahan gangguan kesehatan gunung sangat penting demi keselamatan nyawa di alam bebas.

Penyebab utama terjadinya penurunan suhu tubuh atau hipotermia adalah paparan angin dingin dan pakaian basah akibat keringat atau hujan. Untuk mengantisipasi bahaya altitude sickness dan kedinginan hebat, pakailah sistem pakaian berlapis (layering system) yang terdiri dari lapisan penyerap keringat, pelindung suhu tubuh, dan jaket kedap air. Segera ganti pakaian yang basah begitu sampai di lokasi perkemahan dan gunakan perlengkapan tidur (sleeping bag) bersuhu limit yang sesuai dengan medan gunung.

Selain menjaga kehangatan tubuh, proses aklimatisasi atau penyesuaian tubuh terhadap ketinggian harus dilakukan secara bertahap. Risiko terjadinya altitude sickness akan meningkat apabila pendaki memaksakan diri naik terlalu cepat tanpa memberikan jeda istirahat yang cukup bagi paru-paru. Gejala awal penyakit ketinggian ini meliputi pusing kepala, mual, lemas, hingga sesak napas saat beraktivitas berat. Aturlah ritme langkah kaki secara konstan, hindari konsumsi kafein berlebih, serta perbanyak minum air putih hangat.

Asupan nutrisi dan kalori yang cukup memegang peranan vital sebagai bahan bakar utama tubuh dalam menghasilkan energi dan panas alami. Menghindari serangan altitude sickness dan kelelahan ekstrem dapat dibantu dengan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat kompleks serta camilan manis di sela-sela perjalanan. Jika seorang pendaki menunjukkan gejala penurunan kesadaran atau kesulitan bernapas, tindakan terbaik adalah tidak memaksakan puncak dan segera menuntun korban turun ke pos yang lebih rendah.

Petualangan menaklukkan puncak gunung harus selalu dilandasi oleh rasa hormat terhadap hukum alam dan keselamatan diri. Jangan ragu untuk mengambil keputusan memutar balik apabila kondisi cuaca memburuk atau kondisi fisik anggota tim mulai menurun drastis. Gunung akan selalu berada di sana untuk didaki kembali, namun keselamatan dan kesehatan jiwa merupakan hal paling berharga yang harus selalu dijaga.

Mencegah Hipotermia & Altitude Sickness bagi Pendaki Gunung