Penyakit Ginjal Polikistik Dominan Autosom (ADPKD) merupakan kelainan genetik progresif yang ditandai dengan tumbuhnya banyak kista berisi cairan di ginjal. Seiring waktu, kista ini membesar, menyebabkan ginjal membesar secara signifikan, nyeri kronis, infeksi berulang, perdarahan, dan pada akhirnya, gagal ginjal stadium akhir (ESKD) yang memerlukan dialisis atau transplantasi. Meskipun penanganan medis bertujuan memperlambat perkembangan penyakit, perkembangan teknik bedah kini memainkan peran krusial dalam mengatasi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien ADPKD.
Secara historis, intervensi bedah untuk ADPKD bersifat invasif dan terbatas pada kasus komplikasi berat. Namun, kemajuan pesat dalam teknologi bedah minimal invasif telah mengubah lanskap penanganan bedah ADPKD secara fundamental.
Tujuan Intervensi Bedah pada ADPKD:
- Peredaan Nyeri: Ginjal yang membesar dan kista yang merenggangkan kapsul ginjal sering menjadi sumber nyeri punggung atau perut yang parah.
- Penanganan Infeksi Kista: Kista yang terinfeksi sulit diatasi hanya dengan antibiotik dan sering memerlukan drainase.
- Mengurangi Ukuran Ginjal: Ginjal yang sangat besar dapat menekan organ internal lain, menyebabkan rasa penuh, masalah pencernaan, atau bahkan menghambat ruang untuk ginjal cangkok pada transplantasi.
- Mengatasi Perdarahan Kista Akut: Kista yang pecah dapat menyebabkan perdarahan.
Inovasi dalam Teknik Bedah:
- Dekortikasi Kista Laparoskopik dan Robotik: Dulu, pengangkatan dan pengeringan kista (dekortikasi) dilakukan melalui operasi terbuka besar. Kini, teknik laparoskopik dengan sayatan kecil telah menjadi standar, dan semakin banyak pusat yang mengadopsi teknik robotik. Pendekatan minimal invasif ini memungkinkan ahli bedah menguras kista yang simptomatik, mengurangi tekanan, dan mengecilkan volume ginjal. Keunggulannya meliputi:
- Nyeri pasca-operasi yang jauh lebih ringan
- Waktu pemulihan yang lebih cepat
- Durasi rawat inap yang lebih pendek
- Risiko komplikasi yang lebih rendah
- Nefrektomi Laparoskopik dan Robotik: Untuk kasus ADPKD dengan ginjal yang sangat masif, disfungsional, dan menyebabkan komplikasi tak tertahankan, atau sebagai persiapan untuk transplantasi ginjal (terutama jika ada kekhawatiran ruang untuk ginjal donor), pengangkatan seluruh ginjal (nefrektomi) mungkin diperlukan. Prosedur ini juga telah beralih ke pendekatan laparoskopik atau robotik, menawarkan manfaat pemulihan yang serupa.
